Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2010

Photo Effects

Iklan

Read Full Post »

Drs H. Dudun Abdullah SQ. MM

BAGI masyarakat Cianjur, nama Dudun kini sudah tidak asing lagi, dia dikenal akrab oleh seluruh lapisan masyarakat, baik para Ulama, aktivis organisasi, Mahasiwa, Pemuda, LSM, Pers, Budayawan bahkan masyarakat kecil yang tersebar hatinya untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat Cianjur.di pedesaan. Keakraban ini, antara lain dilatarbelakangi oleh tekadnya yang kuat serta ketulusan hatinya untuk selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat Cianjur. Ingin tahu bagaimana kiprah dan sosok seorang Asisten Bidang Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur ini, berikut petikan wawancara reporter Harian Seputar Indonesia Ricky Susan dengan Dudun Abdullah.

Motivasi apakah yang melatar belakangi perpindahan anda dari dunia swasta ke dunia birokrasi ?

Bukan karena untung dan rugi juga bukan karena besar dan kecilnya pendapatan jika dibanding dengan pendapatan sebelumnya (padahal pendapatan sebelumnya 20 kali lipat lebih besar jika dibanding dengan pertama kali memasuki dunia birokrasi). Namun justru saya harus bersyukur atas kemurahan Allah yang telah banyak memberikan kenikmatan duniawi selama berada di Negeri orang. Salah satu cara syukur yang terpikir dalam benak saya pada saat itu adalah kembali ke daerah asal kelahiran untuk mengabdikan diri kepada masyarakat ikut serta berjuang memajukan jawa barat pada umumnya, dan Cianjur tempat kelahiran saya pada khususnya.

Hanya saja, bertepatan dengan saatnya saya kembali, secara kebetulan Pemerintah Provinsi jawa Barat pada saat itu memberikan kepercayaan kepada saya untuk memanfaatkan disiplin ilmu yang saya miliki melalui jalur birokrasi, yaitu selama tiga tahun setengah bertugas di Gedung Sate, sebelas Tahun pada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan kini berjalan sepuluh tahun saya mengabdi di daerah sendiri melalui Pemerintah kabupaten Cianjur.

Lalu, Apa yang mendorong  anda kembali ke daerah sendiri ?

Di samping rindu kampung halaman, sebenarnya tidak banyak yang saya inginkan, kecuali Cianjur dan masyarakatnya semakin hari semakin maju, tidak hanya kemajuan dalam sisi fisik material, akan tetapi  yang lebih penting lagi adalah kemajuan  peradaban yang diwarnai dengan nilai nilai ajaran Ilaahi, yang ditandai dengan semakin meningkatnya perilaku masyarakat yang berkualitas dan berakhlakul karimah, serta kehidupan masyarakat kabupaten Cianjur yang sejahtera, aman, damai, tentram, penuh barokah dan ridlo Allah SWT.

Tekad pertama saya kembali ke Cianjur, saat itu sebenarnya bukan lagi mau memasuki dunia birokrasi, akan tetapi setelah sekian lama berpetualang di daerah lain, hati saya benar benar murni terpanggil semata mata ingin mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat di kampung halaman sendiri.

Melepaskan diri dari dunia birokrasi bukan berarti melepaskan diri dari pengabdian, akan tetapi justru ingin lebih mempertajam nilai nilai pengabdian yang lebih murni, dengan harapan nilai manfaatnya lebih besar dari pada madlorotnya. Menjadi Pegawai Negeri  sebenarnya tidak pernah menjadi cita cita, karena di samping penuh dengan teka teki, juga karena telah sekian lama saya berkiprah di dunia swasta, bahkan di saat itu saya sudah merancang membuat lapangan kerja baru bagi generasi generasi bangsa yang memiliki potensi dan profesi yang belum tersalurkan. Cita cita ini pun tidak pernah terhenti sampai saat ini, hanya saja laju pertumbuhannya sedikit agak lamban, karena saya sendiri konsentrasinya harus terbagi  dengan tugas tugas kedinasan sejak pertama diberikan kepercayaan sebagai Pegawai Negeri oleh Pemerintah Provinsi Jawa barat.

Jabatan apakah yang paling anda sukai dalam dunia birokrasi ?

Soal itu, buat saya penting dan tidak penting, karena sangat tergantung pada sejauh mana kita dapat memanfaatkan jabatan tersebut  untuk menjembatani kepentingan Ummat. Tapi yang jelas, kita sebagai Ummat beragama tidak boleh tibabaranting (nafsu serakah) mengejar ngejar jabatan, apalagi harus ditempuh dengan cara tendang sana sikut sini, serta menghalalkan berbagai macam cara, karena dengan cara tersebut berarti mengisyaratkan adanya niat yang tidak terpuji, sehingga mengakibatkan banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban, dan pada akhirnya sampai kapan pun peran kita tidak akan pernah menghasilkan kemajuan yang diharapkan oleh masyarakat.

Jika kehadiran kita dalam sebuah organisasi hanya mementingkan status dan posisi yang diduduki, maka sampai kapanpun tujuan umum organisasi tidak akan pernah tercapai, bahkan tanpa disadari secara perlahan lahan dapat menyeret para penyelenggara organisasi kepada jurang kehinaan. Naudzubillaahi min dzaalik.

Bagi saya, jabatan/kekuasaan bukanlah sebuah tujuan yang harus diperebutkan, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, dan seyogiannya dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mencapai tujuan, sehingga mampukah kita menyebrangi jembatan tersebut dengan baik dan benar,cepat, tepat juga selamat sampai tujuan, dan yang terpenting lagi memperoleh hasil yang dapat memberi  manfaat bagi kepentingan Ummat. Dengan demikian, setinggi apa pun jabatan yang diduduki tidak akan pernah berarti sama sekali apabila kita tidak pernah mengerti dan  memahami posisi untuk difungsikan  dalam mencapai tujuan hakiki. Sebaliknya, sekecil apa pun jabatan yang diamanatkan, sepanjang jabatan tersebut ditempatkan sebagai amanah yang dapat memberi manfaat, Insya Allah akan memiliki nilai yang sangat tinggi di atas jabatan yang tertinggi.

Bagaimana pandangan anda tentang Cianjur saat ini ?

Cianjur dengan jumlah penduduk kurang lebih dua koma satu juta jiwa, mayoritas dari mereka sebagai  pemeluk agama Islam, bahkan sejak dulu Cianjur dikenal dengan julukan kota santri, keseharian hidup masyarakatnya pada saat itu sarat dengan berbagai aktivitas keagamaan, suasana siang dan malam menggambarkan sebagai kota religi. Sejalan dengan perkembangan situasi, derasnya arus informasi dan teknologi serta gebyarnya era globalisasi, tanpa disadari telah berpengaruh besar terhadap  pola, sikap, prilaku dan gaya hidup masyarakat Cianjur. Meskipun saya yakin , sebagian besar dari mereka, secara individu  telah memiliki pertahanan yang kuat  untuk  menangkal  berbagi hal yang berpengaruh negative terhadap dirinya. Namun secara umum, diakui atau tidak Cianjur masa kini telah mengalami perubahan dalam berbagai sisi, sehingga gambaran kehidupan masyarakat yang religi sudah semakin tidak Nampak lagi.

Program apa saja yang  anda anggap prioritas, untuk segera dilakukan dalam menghadapi kondisi Cianjur saat ini ?

Sebenarnya banyak Program prioritas yang  harus dilakukan dalam menghadapi situasi Cianjur  saat ini. Namun, menurut hemat saya  bukanlah suatu hal yang aneh jika Pemerintah menempatkan  Program pembangunan masyarakat berakhlakul karimah sebagai prioritas utama Program pembangunan, sehingga dapat membentengi program program lainnya dengan nilai nilai kebenaran. Bahkan merupakan suatu kewajiban bagi penguasa untuk menggerakkan, menggiring dan mengarahkan kepada Ummat/masyarakatnya menuju jalan yang benar sesuai petunjuk  Allah SWT, tentu saja harus diawali dengan Suri tauladan/uswatun hasanah dari penguasa itu sendiri. karena pembangunan yang hendak kita capai tidak sekedar untuk memperoleh kemajuan yang bersifat lahiriyyah (fisik material) semata. Namun ada hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu tercapainnya kemajuan yang dipenuhi barokah dan diridloi oleh Allah SWT.

Menurut anda, mungkinkah Program terbut dapat berhasil ?

Sepanjang kita berusaha memanfaatkan potensi anugrah Ilaahi, Insya Allah kita akan mendapat petunjuk jalan terbaik dariNya, karena masyarakat Cianjur, sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar untuk mewujudkan kemajuan dalam dua sisi tersebut (lahir&bathin). Dengan potensinya, masyarakat Cianjur harus tetap optimis untuk menggapai sebuah keberhasilan, karena potensi adalah anugrah Ilaahi yang harus difungsikan sesuai kehendak pemberiNya. Namun dengan segala keterbatasannya, kita harus tetap menyadari, bahwa setinggi apapun tingkat kemampuan manusia tak akan ada seorangpun yang sanggup mencapai hasil pada tingkat kesempurnaan, semuanya serba relative, tidak ada kebenaran mutlak dari apa yang diekspresikan melalui pemikiran, ucapan dan segala tindakan manusia, yang mutlak hanyalah kebenaran hakiki anugrah Ilaahi. Karena itulah, maka segala aktivitas dan perjalanan hidup manusia tidak boleh lepas dari memohon petunjuk Ilaahi, baik dalam aktivitas pribadi maupun organisasi.

Untuk mengembalikan Cianjur pada jati diri yang sebenarnya, yaitu Cianjur yang sugih Mukti Tur Islami, diwarnai dengan lingkungan yang bersih, alamnya indah mempesona, kehidupannya tertib, aman dan penuh perdamaian disertai barokah dan Ridlo Allah SWT. Sesungguhnya banyak factor pendorong (kekuatan & peluang) untuk mewujudkan Cianjur ke arah itu. Yaitu, di samping telah adanya Peraturan Daerah tentang Gerbang Marhamah, tersedianya anggaran, sarana prasarana, dan potensi alam yang melimpah, juga tersebarnya potensi mayoritas Ummat Islam disertai tekad kuat untuk memajukan Cianjur, besarnya investasi Ummat islam (masyarakat Cianjur) dalam APBD, banyaknya jumlah Alim Ulama/Tokoh agama/Tokoh masyarakat yang arif dan bijaksana serta ditunjang dengan banyaknya jumlah Sarana prasara keagamaan/lembaga keagamaan/Lemabaga Pendidikan agama Islam dan banyak lagi yang lainnya. Semua itu, menunjukkan masih adanya sebuah harapan menuju perbaikan sesuai dengan cita cita masyarakat Kabupaten Cianjur.

Demikian besar potensi yang dimiliki untuk memajukan Kabupaten Cianjur, namun ternyata sampai saat ini masih belum menunjukkan adanya kemajuan, menurut anda kekuatan apakah sebenarnya yang menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan tersebut ?

Untuk menggerakkan semua potensi tersebut, tentunya diperlukan adanya komitmen kuat dari  seorang pemimpin yang memiliki kewenangan tertinggi di Kabupaten Cianjur, serta memiliki ketulusan untuk menjalankan amanah dalam memperjuangkan kepentingan orang banyak dengan niat semata mata ibadah kepada Allah. Jika cita cita kita ingin tercapai, menurut hemat saya, tugas pertama kita ke depan adalah mencari dengan teliti dan pengamatan yang cermat seorang  figure yang jujur,amanah,pintar, komunikatif, dan ikhlas dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, untuk  dicalonkan dan dipilih oleh kita menjadi seorang pemimpin. Untuk itu, tentunya perlu adanya upaya penyebaran pemahaman dan pendewasaan masyarakat  tentang arti pentingnya seorang pemimpin yang memiliki criteria sebagaimana dimaksud tadi,  karena sesungguhnya yang membutuhkan pemimpin adalah kita juga, bukan para calon pemimpin yang mencari dan membutuhkan dukungan kita, apalagi dengan menghalalkan berbagai macam cara, karena biasanya orang yang mencari adalah orang yang butuh, sedangkan orang yang butuh adalah orang yang ambisi dan  orang yang ambisi biasanya orang yang menempatkan kepentingan tertentu di atas kepentingan orang banyak, pada akhirnya sepanjang perjalanan aktivitasnya  selalu dilingkari dengan tarik menarik kepentingan ( mungkin sekedar mengingatkan, bahwa bagi orang yang ikhlas akan sangat berat menerima amanah sebagai pemimpin, bahkan mungkin menolaknya, kecuali  ummat benar benar membutuhkannya dalam mengemban amanah tersebut ).  jika hanya  sepinas melihat pendapat saya ini, tidak mustahil ada pihak tertentu yang mengatakan terlalu kuno dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan / kemajuan IPOLEKSOSBUD saat ini, sebenarnya  dalam beberapa hal saya juga sependapat dengan  pihak pihak yang jika memiliki pandangan tersebut . Namun sesungguhnya, kecenderungan yang berlebihan untuk menganut kepada pola dan gaya yang berlaku  saat ini, tidak menutup kemungkinan  terjadinya kemunduran terus menerus dan tidak mustahil menjadi penyebab terjadinya kehancuran yang  tanpa disadari. Tugas  yang kedua , setelah kita memilih pemimpin, adalah menyelamatkan pemimpin yang telah menjadi pilihan kita, jangan sampai  menjadi korban ancaman dari pihak pihak yang mempunyai kepentingan tertentu, sehingga pada akhirnya perjuangan untuk rakyat terputus di tengah jalan. Mudah mudahan ungkapan saya ini ada manfaatnya, minimal dapat mengingatkan diri pribadi  tentang keadaan yang sedang terjadi saat ini, berbagai peringatan dari Allah, seyogianya dapat membukakan   pintu hati kita untuk bangkit menelusuri perjalanan hidup ini sesuai dengan aturan Allah, dalam berbagai aktivitas menempatkan kekuatan Ilaahi pada tingkat tertinggi di atas potensi kita yang hanya sedikit pemberian dari Allah SWT.

Kita sepakat, agar Cianjur di kemudian hari terasa semakin maju, muncul di tengah tengah kita generasi yang berkualitas dan berakhlakul karimah, mampu menghadapi tantangan dan ancaman serta terbebas dari segala bentuk kemaksiatan. Demikian pula masyarakatnya hidup dalam keadaan sejahtera, ayem tentrem kerta raharja penuh dengan limpahan rahmat dan karunia Pencipta alam.

Bagaimana respon anda terhadap maraknya opini dan kehendak beberapa komponen masyarakat yang mendorong dan mencalonkan anda sebagai Pemimpin tertinggi (Bupati/Wakil Bupati) Cianjur periode 2011-2016 ?

Jika hal itu benar benar merupakan keinginan yang tulus dari warga masyarakat Cianjur , tentu saja saja saya akan sangat menghormati dan menghargainya sekaligus mengucapkan terima kasih yang sedalam dalamnya atas kepercayaan semua pihak kepada saya. Namun terus terang, sampai saat ini saya belum pernah terpikirkan tentang hal itu, apalagi terobsesi dengan hal hal yang belum pasti dan membuat saya lupa diri. Bahkan yang selalu saya renungkan sekarang adalah, sudah sejauh manakah saya telah mampu menjalankan amanah Allah melalui tugas yang sedang saya emban saat ini, apakah kehadirina saya melalui Pemerintah Kabupaten Cianjur sudah memberi  manfaat kepada rakyat atau belum ? sehingga menuntut diri saya untuk terus berkonsentrasi memperbaiki diri dengan berupaya meningkatkan kerja nyata sesuai kewenangan yang saya miliki, saya ingin pada tahun terakhir babak/periode kepemimpinan yang sedang berlangsung saat ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan masyarakat Cianjur. Dalam benak saya hanya terpikir, bagaimana caranya Cianjur ke depan lebih maju terlepas siapa pun yang menjadi pemimpinnya. Terkait dengan calon pemimpin Cianjur ke depan, Saya hanya mengatakan, Seandainya ada di antara kandidat Cabup/Cawabup yang dengan ikhlas karena Allah semata mata hanya ingin memperjuangkan Cianjur lebih maju serta menggerakkan/membimbing masyarakatnya menuju keselamatan dunia dan akhirat dalam ridlo Allah SWT, maka sebagai salah seorang warga masyarakat Cianjur, tentu saja akan sangat merasa bahagia dan bangga, dan dengan ikhlas pula saya akan mendorong sepenuhnya  serta  membantu sesuai dengan kemampuan saya kepada siapa pun yang memiliki cita cita mulia tersebut.

Sejauh mana dan dengan cara apakah anda akan membantu para pemimpin yang akan memperjuangkan rakyat  Cianjur ?

Dudun menjawab, dengan segenap potensi yang saya miliki ( jika ada harta dengan harta, jika ada  ilmu dengan ilmu pula ). Kesungguhan dudun untuk mewujudkan harapan masyarakat Cianjur tersebut, ia selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat, baik secara pribadi maupun melalui berbagai tugas yang diamanatkan kepadanya.Hal menarik dari dudun adalah, bahwa di tengah tengah kesibukan menjalankan tugas kedinasannya, ia pun tidak pernah berhenti belajar dan menuntut ilmu. Menurut keterangan yang diterima oleh redaksi, pada saat ini  sebenarnya Dudun telah menyelesaikan Studi Program Doktornya di bidang Ilmu komunikasi pada salah satu Universitas Negeri ( tinggal menunggu jadwal sidang promosi saja). Namun karena tekadnya yang kuat untuk ikut serta memajukan Cianjur, dia tidak pernah merasa puas dengan memiliki satu disiplin ilmu saja, tapi terus menggali dan menggali berbagai macam ilmu, dan termasuk pada saat ini ia pun kembali belajar mendalami  ilmu Pendidikan Agama Islam Strata 3 ( S3 ) pada Universitas Islam Negeri bandung.

Lalu, alasan apa saja anda terus belajar ?

Buat saya belajar bukan untuk mencapai gelar, tetapi memang  benar benar butuh dengan ilmu, dan ilmu harus dicari dan digali sepanjang nafas kita belum berhenti. Tujuan penting dari belajar adalah penguasaan terhadap ilmu yang dipelajari, saya mendalami ilmu agama karena sangat membutuhkannya, agar saya mampu menjadi insan yang beriman dan bertaqwa  serta selalu siap ,mengamalkan ajaranNya, juga kehadiran saya di daerah sendiri dapat memberi  manfaat kepada ummat serta mampu menjalankan amanah yang berat ini sesuai keinginan masyarakat dan kehendak Sang Pencipta.

Kita telah maklum, bahwa masyarakat Cianjur mayoritas penduduknya beragama Islam. Saya sangat berharap, sekecil  apa pun kewenangan yang saya miliki pada Instansi Pemerintah, harus memiliki nilai yang sangat tinggi di atas jabatan yang tertinggi, bahkan apa saja yang saya lakukan dapat seiring sejalan bersama sama masyarakat untuk menciptakan sebuah kemajuan Cianjur  yang Baldatun Thoyyibatun warobbun Gofuur. Makanya, dengan  terus belajar, minimal saya dapat meperbaiki sikap dan prilaku saya menuju jalan yang sesuai dengan Tatanan Syari’at Islam (memiliki kualitas iman,ilmu dan amal).Insya Allah. (ricky susan)

===***====

Ilmu Harus Terus Dicari Sampai Akhir Hayat

TUNTUTLAh ilmu Hingga ke Negri China, itulalah pepatah yang sering dilontarkan Dudun Abdullah, seorang putera daerah kelahiran Cianjur tanggal 02 april 1964 ini, yang sekarang menjabat sebagai Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat, setelah sebelumnya menjabat pula sebagai Asisten Bidang Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur pada Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Banyak asan garam yang telah dicicipi Dudun sepanjang perjalanan aktivitas hidupnya, jauh sebelum memasuki dunia birokrasi, di saat mengenyam pendidikan trata l dan ll, tidak henti hentinya dirinya beraktivitas dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan, mulai dari organisasi intra kampus, ekstra kampus sampai organisasi kedaerahan termasuk di dalamnnya sempat menjadi Ketua Umum dalam dua periode pada organisasi Keluarga Mahasiswa Jawa Barat, di Jakarta.

Selain itu, dia juga sempat menjadi staf pengajar pada beberapa Perguruan Tinggi di Jakarta, juga tidak ketinggalan dalam waktu yang tidak singkat, dia pun sempat memegang peranan penting pada sebuah Perusahaan Swasta di Jakarta.

Diantara menjalankan tugas kedinasan yang cukup padat, tidak mengenal batasan waktu siang dan malam. Sesekali di saat senggang waktu, Dudun  juga berusaha menyempatkan diri untuk berinteraksi dengan berbagai komponen, terutama dengan para tamu yang bersilaturrahmi ke rumah.

“Sesekali saya juga menyempatkan diri melepas kerinduan bersama teman teman lama sewaktu SD di kampung halaman. Kegiatan lain yang saya lakukan  di malam hari kadang kadang memenuhi undangan ceramah keagamaan pada kegiatan Hari hari Besar Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat,” ungkap Dudun, dalam percakapan dengan seputar indonesia , beberapa waktu lalu.

Di samping semua itu, menurut Dudun, ada lagi program yang paling penting, yakni menyiapkan generasi-generasi muslim yang berkualitas dan berakhlakul karimah. Melalui Lembaga Pendidikan yang dikelolanya saat ini, Dudun ingin menciptakan Lembaga Pendidikan Islam yang mandiri, berdiri dengan kekuatannya sendiri tanpa menggantungkan atas belas kasihan orang lain.

“Artinya penyelenggaraan pendidikan dapat dibiayai dari hasil usaha yang dikelola secara professional oleh lembaga khusus di bawah naungan Yayasan, sehingga dapat memperlancar proses belajar mengejar pada Lembaga Pendidikan tersebut,” ujarnya.

Sejak Lembaga pendidikan ini berdiri hingga saat ini, terus berkembang dengan kekuatannnya sendiri  tanpa mengandalkan bantuan dari pihak mana pun termasuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.

“Saya ingin berusaha membuktikan bahwa Islam itu bisa maju dan berwibawa, bahkan ke depan saya punya cita cita Lembaga ini juga bisa membantu dan melindungi Lembaga Lembaga Pendidikan lainnya yang ada di Kabupaten Cianjur, bahkan saya sangat berharap semua Lembaga Pendidikan di Kabupaten Cianjur dapat saling menaungi dan melindungi dalam satu jaringan kekuatan secara utuh dan menyeluruh, demi lahirnya generasi generasi Cianjur yang berkualitas dan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Nama Lembaga  yang  dikelolanya adalah Kampus Ahad Family Nurur Wathan disingkat (AFWAN), yang sampai saat ini sudah berlangsung kurang lebih 20 tahun, jenis pendidikan yang sudah berjalan, antara lain Taman Kanak Kanak, MD, TPA, TKA, TQA, Pondok Al-Qur’an, Majlis Ta’lim, Biro konsultasi, Sanggar seni, Teater dan lain lain. Khusus untuk jenjang pendidikan.

Menurut Dudun, sebelum mendirikan pendidikan pada tahap yang lebih tinggi (SLTP,SMU/SMK dan Perguruan Tinggi yang sedang dirancang), dia ingin memperkuat dulu tahapan yang sedang berjalan, agar tetap berdiri dengan kokoh sampai kapan pun. Berbicara masalah prestasi mungkin terlalu banyak kalau dirinci, jelasnya, prestasi yang telah dicapai Nurul wathan

“Mungkin cita cita ini pertumbuhannya masih terasa lambat, karena konsentrasi saya masih harus terbagi, yang semula saya ingin melepaskan diri dari dunia birokrasi, namun karena masih terikat dengan sumpah Pegawai Negeri, saya pun harus tetap menghormati dan menjunjung tinggi Peraturan yang berlaku serta pandai pandai mengatur waktu dengan sebaik baiknya,” tuturnya.

Prestasi Kampus Ahad Nurur Wathan sudah dapat diperhitungkan pihak lain, baik pada Tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional. (ricky susan)

===***===

Biodata Drs H. Dudun Abdullah SQ. MM

Nama                           : Drs H. Dudun Abdullah SQ. MM

Tempat,Tgl. Lahir         : Cianjur 2 April 1964

Jabatan                         : Asda Bidang Keuangan dan Pendayagunaan Aparatur

Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur

Agama                         : Islam

Alamat Rumah              : Jl Halma No 31, Bojong, Desa Sabandar, Karang tengah,

Cianjur

Nama Istri                    : Hj N. Erie, SF

Nama Anak                  : Andini Septia SL

: Annida Fitria

Riwayat Pendidikan :

* SDN Bojong I Karang Tengah, Cianjur (Tahun 1977)

* SMP Islam Al-Ianah Cianjur (Tahun 1980)

* MA Pon Pes al-Masthuriah, Sukabumi (Tahun 1983)

* Fakultas Syariah, Perguruan Tinggi IQ, Jakarta , SI (Tahun 1986)

* Fakultas Ilmu Komunikasi Informatika MAN, Jakarta , SI (Tahun 1988)

* Kajian Islam IAIN Jakarta , Program Pasca Sarjana (S2) (Tahun 1991)

* S2 Managemen Sumber Daya MAnusia Universitas Styia Gajah Mada (Tahun

1995)

* S3 Pendidikan Islam UIN SGD (Sedang Berlangsung)

===***===

Komentar Mereka

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH. Bukhori H.S

Sosok Dudun merupakan tipe orang yang tidak ambisi dalam jabatan. Sikapnya yang ramah, baik dan selalu rendah hati ini membuat Dudun di sukai di kalangan masyarakat.

“Setahu saya, beliau orangnya sangat baik, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi didalam melaksanakan tugas dan peduli terhadap keadaan lingkungan sekitar. Selain itu, setiap saran dan masukan senantiasa dikaji dan dipertimbangkan, dan dia menjadi figur pemimpin yang dapat menganyomi,” ungkapnya.

===***===

Staf Asda III, Ani Komalasari

Tipe pemimpin yang baik, memiliki tanggung jawab sebagai pimpinan terhadap staf nya. “Jika ada masalah, beliau selalu memberikan masukan dan selalu melakukan rundingan, untuk mencari solusi bersama-sama,” tuturnya.

Musyarah bagi beliau selalu menjadi prioritas. Bagi say, Dudun adalah pemimpin yang tidak terlalu banyak aturan, yang penting bagi dia tidak menyalahi aturan. “Beliau pun di kenal sangat teliti, baik terhadap surat-surat maupun yang lainnya,” ungkapnya.

===***===

Masyarakat Cianjur,  Bambang Hendarsyah

Bagi saya, Dudun merupakan salah satu figur pemimpin yang taat dan loyal. Kesehariannya yang sederhana membuat sosok beliau mudah bergaul dan disukai oleh semua lapisan.

“Taat terhadap peraturan dan selalu menjunjung tinggi norma-norma agama dalam kehidupannya. Menjadi figur yang bijaksana dan murah senyum pun sosok beliau terlihat ramah dan menyenangkan,” ujarnya.

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: