Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Curhat’ Category

wanita-Karir-300x171Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.
“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki yang baik-baik dan sholeh saja.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?

Waktu itu jam 7 malam, suami saya menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir. Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing. Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah !!”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya.

Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.

Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya. Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan. Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.

Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya. Setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho”, begitulah katanya. Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”

Aku masih terdiam, bisu mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.

Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali mengalir, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya.

Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan ?
Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan ?

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya.
Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.
Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya.

Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya. Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.

Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya, anti tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku.

Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku. Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah…Allahu Akbar

Semoga pekerjaan, harta dan kekayaan tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya..

 

http://www.womags.com/2014/10/kisah-nyata-inilah-alasanku-berhenti-menjadi-wanita-karir/

Read Full Post »

Sumber Poto : Radar Sukabumi

Raihan suara sementara pasangan calon nomor urut 2 (Tjerdas) dan 4 (Abadi), terus bersaing, pada Pilkada Cianjur, Jabar, Senin (10/1/2011). Meskipun baru beberapa jam ditutupnya pencoblosan di 32 kecamatan, 348 desa, dimana masyarakat telah menyalurkan suaranya di 3.740 Tempat Pemungutan Suara (TPS), namun kedua pasangan calon mulai mendulang suara. Informasi dihimpun, pasangan Ade Barkah Surahman-Kusnadi, mulai menguasai suara di beberapa kecamatan di wilayah Cianjur selatan dan utara. Diikuti pasangan incumbent Tjetjep Muchtar Soleh-Suranto, yang mulai mendulang suara di beberapa kecamatan di wilayah selatan. “Di beberapa kecamatan di Cianjur utara, pasangan nomor urut 4 Abadi, berada di atas angin. Disusul pasangan nomor 5 dan 2 Dadang Sufianto-Dadan RK,” kata anggota tim independent pemantau Pilkada Cianjur 2011, Adi Supriyadi. Pihaknya mencatat persaingan ketat antara pasangan Tjerdas dan Abadi, masih mewarnai beberapa wilayah di Cianjur utara dan selatan tepatnya di tiga daerah pemilihan. “Untuk dapil empat, lima dan enam, suara pasangan Abadi dan Tjerdas terus meningkat, disusul pasangan nomor 2,” ucapnya. Sedangkan di dapil satu, dua dan tiga, suara Pasangan Abadi, bersaing ketat dengan suara Pasangan Dangdan. Dimana suara Dangdan terpaut dekat dengan pasangan Abadi. Sementara itu, anggota KPU Cianjur, Adhi Susilo, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, saat ini perolehan sementara suara di kuasai tiga pasangan calon dengan nomor urut 2, 4 dan 5. Namun pihaknya belum bisa menyebutkan persentase raihan suara ke tiga pasangan calon tersebut. “Saat ini hanya laporan singkat yang baru kami terima. Suara dikuasai pasangan Tjerdas, Abadi dan Dangdan,” katanya singkat.

Sumber : berita8.com

Read Full Post »

Bantuan Chevron-Aosi

Untuk menjawab tantangan kesenjangan digital dan mendorong penggunaan perangkat lunak Open Source, Chevron dan Asosiasi Open Source Indonesia bermaksud mendonasikan 500 buah PC dan 125 Notebook layak pakai kepada 125 sekolah- sekolah di kota-kota Jakarta, Tanggerang, Banten, Bekasi, Depok, Bogor, Cianjur, Bandung dan Garut. Setelah melalui proses pendaftaran dan verifikasi, dengan gembira kami informasikan bahwa 125 Sekolah di bawah ini, masing-masing akan mendapatkan donasi komputer sbb : •

4 unit Komputer HP Compac DC Minitower PC, Ergonomic Keyboard dan LCD 1 unit IBM/Lenovo ThinkPad T60 PC dan Laptop diatas dilengkapi dengan Operating System Open Source Ubuntu 10.04 dan training bagi operator/pengajar Jadwal pengiriman dan training akan kami informasikan kepada masing-masing sekolah dalam waktu dekat.

Klik tautan ini : 20101020_aosi_donasi_500pc+124nb

Read Full Post »

 

GPOBA KOMINFO

Belum lama ini saya ikut sosialasi ketiga Impelementasi Community Acces Point (CAP 2.0) Global Partnership on Output Based Aid (GPOBA) Grand TF – 092629 Lot.1 Propinsi Banten tentang Verifikasi Calon Mitra Lokal, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Ada beberapa catatan penting tentang Bantuan Hibah Warnet ini yang saya catat dan dianggap penting dan saya bagikan kepada anda semuanya, sesuai dengan judul kegiatannya yaitu Verifikasi Calon Mitra Lokal, disini kita membahas spesifikasi calon mitra lokal yang baik dan profesional, nah saya akan bagikan deh….

Seseorang atau lembaga dapat menjadi calon Mitra Lokal selama 3 tahun kontrak, dan mendapatkan hibah warnet selanjutnya adalah;

1. Memilik tempat yang memadai untuk warnet, apakah sewa maupun milik sendiri.

2. Memiliki SIUP

3. Memiliki Kapasitas Listrik 1000 s.d 1.400 Watt

4. Memiliki Fixed line atau Sambungan telepon Kabel

5. Foto Lokasi tampak dari dalam, luar , samping

6. Denah Tempat Usaha (untuk memperlihatkan dimana letak komputer, operator, wc, musholla, dan tempat tidur operator)

7. Peta lokasi dari jalan besar menuju warnet

8. Peta Lokasi tempat-tempat umum dan akan menjadi target pasar warnet mislkan sekolah, kantor desa, kecamatan , dll.

9. Mengisi Quisioner Site Survey Form yang disediakan Kominfo

10. Mengisi Quisioner Based Line Survey Form

11. Mengisi Quisioner User Survey Form ( minimal 5 user)

12. Proposal pengajuan yang diajukan kepada :

Selanjutnya, pastikan dalam proposal sudah tertulis struktur organsasi warnet yang akan dibentuk nanti dengan struktur dan persyaratannya sebagai berikut ;

1. Manager

Wirausahawan dan Memiliki SIUP

Wjib memiliki pengetahuan dasar  dalam Pengelolaan Warnet

Disarankan adalah Sarjana D3 atau S1 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan/ Teknik Informatika

2. Operator

Pria/wanita

Pendidikan Minimal SLTA

Mampu mengoperasikan PC dan Program yang berkaitan dengan Warnet

Diprioritaskan warga setempat

Bersedia Mengikuti Pelatihan

Bersedia Mengikat Perjanjian

3. Tenaga Administrasi

Pria/wanita

Minimal Pendidikan SLTA

Memiliki Pengetahuan dibidang Administrasi dan Keuangan

Bersedia Mengikuti Pelatihan

Bersedia Mengikat Perjanjian

Bagi yang membutuhkan bantuan untuk daerah cianjur silahkan hubungi saya.

Artikel /Berita terkait :

https://asepmuhsin.wordpress.com/2010/12/03/dicari-mitra-lokal-untuk-warnet-desa/.

Contoh Proposal

Read Full Post »

Tes CPNSD Cianjur

Ngejawab pertanyaan diatas : ” Dua-duanya Deh ” hheehehe Tadi Pagi sekitar pukul 07.00 sudah dilaksanakan Tes CPNSD untuk Formasi CPNS Kabupaten Cianjur, nah kebetulan saya coba peruntungan ngikutan tes, walaupun saya tau gak mungkin lulus hehehe, tapi lumayan rame khususnya tes CPNS Pranata Komputer yang ikut tesnya teman-teman saya semua seperjuangan hehehhe, jadi reunian deh.

Reunian mahasiswa VEDC Cianjur +TEDC Bandung, tapi agak iri juga sih kawan-kawan yang lain ngebincangin nilai alih janjeng D4nya sementara saya baru mau …. tapi gak apa yang penting terus belajar.

Buat kawan-kawan semoga paa LULUS jadi CPNSnya walaupun formasinya cuman 1 hehehehehe.

Read Full Post »

Puteriku Sakit

Aulia Sedang diperiksa Dokter

Mungkin semua ayah dan ibu sama, hal yang paling khawatir dalam hidupnya adalah disaat bayi/anaknya mengalami sakit, nah ity terjadi padaku, kemarin sekitar pukul 16.00 Aulia terasa panas, dan sering mencret, wajahnya juga pucat duh khawatir sekali.

Bergagas saya dan isteri ke  dokter terdekat  didaerah rumah saya di cijerah-bandung, puteriku berobat di Dr. Avicena, saat sang dokter memeriksa Aulia masih dalam keadaan tidur, soalnya tadi pas kita bawa nampak sedang mangantuk aulianya, ternyata kata dokter Aulia gak apa-apa secara fisik sehat mungkin bapak dan ibu saja yang cemas “kata dokter.

hehe Iya kali yah, soalnya setelah diperiksa suhu badannya normal, mencret 2 kali dalam sehari juga normal. Tapi  Aulia diberikan vitamin  impro…apa yah agak lupa duh heheheh.

Buat kita berdua kebahagiaan yang hakiki adalah  puteriku yang cantik, pinter dan baik hati selalu dalam keadaan sehat walafiat.

Read Full Post »

Asep Muhsin saat memberikan materi pada acara Workshop UMKM

Biasanya pengusaha UMKM setiap hari disibukan dengan usaha bisnisnya, namun ada pemandangan lain di Aula Telkom Pusat Serang Provinsi banten, para pengusaha UMKM ini  berkumpul untuk belajar memahami pentingnya Teknologi informasi dan Komunikasi dalam usaha memasarkan produk unggulan mereka.

Adalah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten yang mengundang para pengusaha UMKM ini untuk diberikan pembekalan pemahaman TIK dalam tajuk kegiatan ” Workshop Teknologi Informasi dan Komunikasi dan E-Busines untuk UMKM Provinsi Banten.

Nah… kebetulan saya kebagian membawakan sebuah materi tentang Bisnis menggunakan Yahoo dan facebook, antusiasme para peserta sungguh luar biasa, terus terang mereka belum amat memahami tentang Internet, jadi pada saat saya mensimulasikan chatting, Video Call, Voice Call, dan pasang Iklan mereka amat tertarik, walaupun yah adalah 1-2 orang yang males ngikutinnya, pas saya tanya, kenapa gak ikut pak, dia cuman bilang ” hehehehe”.

Tapi gak apa-apa yang penting semangat datang aja udah luar biasa, materipun dilanjutkan oleh Pak Sisyanto Rushjam Pakar IT dan Open Soource dari Banten yang membawakan materi tentang membuat website di www.banten.biz. Duh beruntung banget nih orang banten, udah acaranya gratis, pulang dikasih ongkos, lapar dikasih makan, buat websitepun dikasih space lagi, kebangetan kalau pengusaha banten gak memanfaatkannya.

Nah info aja nih bagi masyarakat banten atau anda yang sedang belajar berbisnis silahkan manfaatkan www.banten.biz sebagai media bisnis anda. Ok udah dulu yah, yang membutuhkan materi panduan yang saya bawakan silahkan kirimkan aaj email anda ke asepmuhsin@telkom.net.id.

Read Full Post »

Older Posts »

%d blogger menyukai ini: