Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘buat ktp manual’

Permohonan pengajuan kartu tanda penduduk (KTP) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur menumpuk. Pasalnya, stok blangko untuk administrasi kependudukan itu kosong. Tak heran, pelayanan pembuatan kartu identitas warga negara itu semakin hari semakin amburadul. Parahnya, kekosongan blangko tersebut dialami 32 kecamatan di wilayah Kabupaten Cianjur. Sejumlah warga pun mengeluhkan lambanya pembuatan KTP, yang harus berminggu-minggu. Padahal, di zaman serba canggih teknologi, sangat disayangkan jika pembuatan KTP meski lamban. “Buat KTP kan bisa pakai komputer, kemana saja dana untuk pengelolaan KTP selama ini,” kata Ketua Jaringan Desa (Jardes) Pendi Yudha, kemarin. Pendi menyesalkan jika stock blangko KTP kosong, padahal jumlah habisnya bisa diprediksi karena pembuatan KTP sudah terjadwal setiap tahunnya. “Atau jangan-jangan karena mendekati pemilukada sehingga pembuatan KTP pun dipolitisasi,” ucapnya. Siti Soleha (35), salah seorang warga Cianjur selatan mengakui, lambatnya proses pembuatan KTP, dan terpaksa meminta surat keterangan domisili sementara dari pemerintahan desa. “Tadinya saya niat memperpanjang KTP, tapi kata petugas di kecamatan tidak bisa dilakukan akibat blangko kosong,” ujarnya. Munandar (30) warga BTN Graha Pratama, Cilaku Cianjur, mengaku kecewa tidak bisa melamar pekerjaan karena keterlambatan pembuatan KTP. “Saya bolak balik ke kantor kecamatan akan ngambil KTP tapi belum beres juga, sedangkan KTP sangat saya perlukan untuk melamar pekerjaan,” sesalnya. Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Cianjur Asep Sopian mengakui, adanya kekosongan blanko KTP saat ini. Karena itu pihaknya terpaksa harus menunda proses pengurusan pembuatan KTP. Menurutnya, untuk memenuhi kekurangan blangko, masih menunggu penetapan APBD perubahan 2010 (ABT) dan proses lelang. “Jika pengadaan barang sudah ada akan segera didistribusikan ke kecamatan-kecamatan,” kata Asep didampingi Kabid Catatan Sipil Sunardi kepada wartawan. Ketersediaan blangko KTP telah habis sejak minggu pertama Oktober. Sedangkan pelayanan kepada masyarakat harus terus dilakukan. Adapun kebutuhan blanko KTP saat ini antara 30 sampai 40 ribu lembar per bulan. “Memang serba salah, misalnya kalau menyiapkan blanko terburu-buru bisa disalahkan, atau pinjam dana talangan dulu pada pihak lain, karena kalau nunggu anggaran APBD lama. Akan tetapi kami akan mencari jalan terbaik demi pelayanan pada masyarakat,” terangnya. Dia menambahkan, mengacu kebutuhan pada tahun lalu, kebutuhan blanko KTP mencapai 150 ribu lembar. Untuk tahun ini, solusinya diambil kebijakan menunda seluruh proses pengajuan KTP di kecamatan sampai menunggu pengadaan blangko KTP baru. Camat Cilaku Asep Kusmanawidjaya mengatakan, keterlambatan blanko KTP membuat resah warga. “Walah saya didesak sama warga yang ingin membuat KTP, saya bingung karena blankonya habis,” tutur Asep seraya mengatakan sudah konsultasi dengan pihak Disdukcasip. Senada dikatakan Camat Cikalong Firman Firdaus yang mengaku, blanko KTP di kecamatan sudah habis “Memang masing-masing wilayah tidak ada blanko sudah beberapa hari ini,” ucapnya saat dihubungi wartawan.(rp12/den) sumber: radarcianjur

Read Full Post »

%d blogger menyukai ini: